Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mengakselerasi pemerataan akses listrik di wilayah perbatasan, pedalaman, serta kawasan terpencil yang belum terjangkau jaringan utama, Senin, (10/8/2026).
Pencapaian rasio elektrifikasi tersebut menjadi perhatian menyusul adanya 7.956 kepala keluarga dan 60 desa di Kaltara yang hingga kini belum mendapatkan pasokan listrik secara memadai.
Langkah diplomasi anggaran ditempuh melalui koordinasi langsung antara Pemprov Kaltara dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM di Jakarta.
Tantangan kondisi geografis wilayah perbatasan serta besarnya biaya pembangunan jaringan menjadi poin utama yang dipaparkan untuk menggaet alokasi dana pusat.

