Kam, 09/07/26 · 15.50.22
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

BNPB Petakan Sebaran Bencana Kekeringan, Karhutla, dan Angin Kencang di Daerah

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Kamis, 9 Juli 2026 · 20:482 menit baca
BNPB Petakan Sebaran Bencana Kekeringan, Karhutla, dan Angin Kencang di Daerah
BNPB merilis pemutakhiran data bencana nasional per 9 Juli 2026. Kekeringan dan karhutla melanda sejumlah wilayah, sementara angin kencang rusak rumah di Aceh. (Dok. BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemutakhiran data kejadian bencana alam di sejumlah daerah pada periode Rabu (8/7/2026) hingga Kamis (9/7/2026) pukul 07.00 WIB. Laporan kedaruratan yang dihimpun menunjukkan bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendominasi sebaran kejadian di tanah air.

Di Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara, penurunan intensitas curah hujan dalam jangka waktu panjang memicu penyusutan debit air sungai dan sumur warga Desa Komus II Timur. Krisis air bersih ini berdampak langsung pada sedikitnya 50 kepala keluarga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah menyalurkan 10.000 liter pasokan air bersih melalui armada truk tangki.

Sementara itu, sektor karhutla melanda dua wilayah berbeda pada Rabu siang. Di Padang Lawas Utara, Sumatra Utara, kebakaran melahap lima hektare lahan di Desa Gunung Manaon. Di saat yang hampir bersamaan, kebakaran lahan seluas 3,5 hektare juga terjadi di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, yang tersebar di wilayah Kecamatan Tawangsari dan Bulu. Seluruh titik api di kedua provinsi tersebut berhasil dipadamkan oleh tim gabungan sore harinya.

Dampak Angin Kencang di Aceh Utara
Selain bencana hidrometeorologi kering, cuaca ekstrem berupa terjangan angin kencang dilaporkan melanda Gampong Keude Geudong, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Rabu petang sekitar pukul 18.00 WIB. Insiden ini berdampak pada 11 kepala keluarga.

Redam Gas Metana, Empat Helikopter Water Bombing Dikerahkan di Kebakaran TPA Jatiwaringin
Baca Juga

Redam Gas Metana, Empat Helikopter Water Bombing Dikerahkan di Kebakaran TPA Jatiwaringin

Berdasarkan data taktis kerusakan fisik dari BPBD Aceh Utara, amukan angin mengakibatkan tujuh unit rumah warga mengalami rusak berat, satu unit rumah rusak sedang, dan tiga unit rumah rusak ringan. Tim Reaksi Cepat (TRC) dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan puing bangunan, sementara korban terdampak mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

Prediksi Dasarian BMKG dan Peringatan Dini Nasional
Deputi Penanganan Darurat BNPB mengingatkan daerah untuk memperketat kesiapsiagaan operasional. Langkah ini merujuk pada analisis prakiraan curah hujan kumulatif Dasarian II Juli 2026 (periode 11–20 Juli 2026) oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan indikator curah hujan rendah merata di hampir seluruh provinsi, mulai dari ujung pulau Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga tanah Papua.

Menyikapi ancaman perluasan dampak dari fenomena iklim kering ini, pemerintah pusat meminta jajaran daerah mempercepat aktivasi rencana kontinjensi di sektor ketersediaan pangan dan air bersih.

Dampak El Nino Meluas, Puluhan Ribu Warga di Empat Provinsi Krisis Air Bersih
Baca Juga

Dampak El Nino Meluas, Puluhan Ribu Warga di Empat Provinsi Krisis Air Bersih

Masyarakat diimbau secara luas untuk menghemat penggunaan air bersih, menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar yang dapat memicu karhutla meluas, serta segera melapor ke posko bencana terdekat jika mendeteksi kemunculan titik api dini di wilayah masing-masing.

(Rudi)