Sen, 15/06/26 · 10.46.05
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

BNPB Rilis Penanganan Longsor Temanggung dan Angin Kencang di Sidrap

Hendrawan
Hendrawan
Senin, 15 Juni 2026 · 16:172 menit baca
BNPB Rilis Penanganan Longsor Temanggung dan Angin Kencang di Sidrap
BNPB memperbarui situasi bencana nasional per 15 Juni 2026. Fokus penanganan meliputi pemasangan jembatan bailey di Temanggung dan pembersihan dampak angin kencang di Sidrap. (Dok. BPBD Sidenreng Rappang)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah perkembangan penanganan darurat bencana di wilayah Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan per Senin (15/6/2026). Upaya pemulihan difokuskan pada perbaikan infrastruktur konektivitas dan pembersihan area pemukiman warga.

Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, tim gabungan melanjutkan pemulihan akses pascabencana tanah longsor yang memutus jembatan di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto. Sebagai langkah darurat, warga setempat bersama personel TNI dari satuan Yonzipur IV/TK bergotong royong memasang jembatan bailey (jembatan rangka baja portabel) setelah sebelumnya memperkuat pondasi menggunakan bronjong.

Sementara itu, fenomena angin kencang dilaporkan melanda Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Peristiwa yang dipicu oleh hujan intensitas tinggi tersebut berdampak pada enam desa di lima kecamatan, meliputi Desa Padangloang (Kecamatan Dua Pitue), Desa Lancingrang dan Desa Sumpang Mango (Kecamatan Pitu Riawa), Desa Mojong (Kecamatan Watang Sidenreng), Desa Carawali (Kecamatan Watang Pulu), serta Desa Kanyuara (Kecamatan Maritengngae).

Kekeringan Melanda Sejumlah Wilayah, Penyaluran Air Bersih Diintensifkan
Baca Juga

Kekeringan Melanda Sejumlah Wilayah, Penyaluran Air Bersih Diintensifkan

Berdasarkan hasil kaji cepat sementara, cuaca ekstrem di Sidrap berdampak pada 7 kepala keluarga (KK) atau 29 jiwa, dengan kerugian material berupa satu unit rumah rusak sedang dan enam unit rumah rusak ringan. BPBD setempat telah dikerahkan untuk membersihkan puing-puing bangunan dan pohon tumbang di lokasi kejadian.

Merespons rangkaian peristiwa tersebut, BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengintensifkan mitigasi struktural guna meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem.

“Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman,” tulis pemaparan resmi BNPB.

Pihak otoritas penanggulangan bencana juga merekomendasikan sejumlah langkah taktis prabencana yang dapat diadopsi oleh komunitas warga di tingkat lokal.

BNPB Rilis Data Bencana Akhir Pekan: Banjir Hingga Angin Kencang Melanda
Baca Juga

BNPB Rilis Data Bencana Akhir Pekan: Banjir Hingga Angin Kencang Melanda

“Beberapa langkah maupun latihan simulasi evakuasi dapat dilakukan, misalnya pemangkasan ranting-ranting pohon sekitar rumah yang berpotensi roboh, gotong-royong warga untuk membersihan saluran air. Sedangkan untuk warga yang tinggal di daerah bantaran sungai juga diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air serta memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi,” demikian imbauan tertulis dari BNPB.

(Hendrawan)