Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program strategis nasional di tengah tekanan geopolitik global dan fluktuasi ekonomi domestik. Organisasi mahasiswa tersebut menyodorkan tiga klaster rekomendasi taktis guna memitigasi risiko pembengkakan anggaran negara serta memperkuat kedaulatan ekonomi.
Kajian ekonomi politik tersebut dipaparkan dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Senin (15/6/2026). DPP GMNI menyoroti sejumlah program baru seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dinilai masih memerlukan penyempurnaan dalam aspek regulasi, akuntabilitas, serta ketepatan sasaran penerima manfaat agar tidak membebani APBN.
Ketua Umum DPP GMNI, Risyad Fahlefi, menegaskan bahwa perumusan kebijakan di tengah ketidakpastian global wajib berpijak pada prinsip kemandirian nasional sebagaimana amanat konstitusi.
“DPP GMNI memandang bahwa situasi ekonomi dan politik yang dihadapi bangsa saat ini harus dijawab dengan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, memperkuat implementasi Pasal 33 UUD 1945, serta menjaga persatuan nasional sebagai fondasi utama pembangunan bangsa,” ujar Risyad Fahlefi.
