Kualitas udara di wilayah Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, kembali menunjukkan tren memburuk dan nyaris menembus ambang batas ‘Tidak Sehat’ setelah Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) mencatatkan angka 92 pada Jumat, (31/7/2026) pukul 18.00 WIB.
Peningkatan konsentrasi polutan mikroskopis Particulate Matter 2.5 (PM2.5) menjelang malam hari tersebut mengindikasikan ancaman kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih mengepung area perkotaan.
Berdasarkan pergerakan data real-time dari sistem pemantauan ISPUnet, grafik pencemaran merangkak naik dibandingkan level pagi hari yang berada pada skala 85.
PM2.5 secara konsisten bertengger sebagai parameter paling kritis di angka 92, hanya berjarak 8 poin dari zona kuning atau kategori ‘Tidak Sehat’.
