Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Potensi Hujan Tinggi, BPBD Kalbar Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca Tekan Karhutla

Memei
Memei
Kamis, 17 September 2026 · 11:481 menit baca
Potensi Hujan Tinggi, BPBD Kalbar Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca Tekan Karhutla
BMKG proyeksikan potensi hujan di Kalbar hingga 22 September 2026; BPBD pastikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus digencarkan untuk tekan kabut asap karhutla. (Dok. BMKG Kalbar)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan potensi pertumbuhan awan hujan masih menyelimuti hampir seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat hingga Selasa (22/9/2026), Kamis, (17/9/2026).

Peluang presipitasi tersebut dimanfaatkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat untuk mengoptimalkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta melenyapkan paparan kabut asap.

Prakiraan dinamika atmosfer dan sebaran potensi presipitasi di wilayah Kalbar dipaparkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Barat, Ridwan.

“Untuk update curah hujan dari hari ini, Rabu 16 September 2026 sampai 22 September 2026 ini diprediksi atau diperkirakan berdasarkan data BMKG menunjukkan potensi hujan hampir semua kabupaten/kota ada,” kata Ridwan.

Realisasi Retribusi Kalbar Baru 50,52 Persen hingga Akhir Oktober, Wagub Dorong Pembayaran Nontunai
Baca Juga

Realisasi Retribusi Kalbar Baru 50,52 Persen hingga Akhir Oktober, Wagub Dorong Pembayaran Nontunai

Fluktuasi tutupan awan terpantau merata sejak Rabu (16/9/2026), meski diprediksi mengalami penurunan intensitas sementara pada 18 September dan 20 September 2026 sebelum kembali meningkat tajam pada 21 hingga 22 September 2026. Pola pergerakan potensi hujan sepekan ke depan diuraikan lebih lanjut dalam keterangannya.

“Untuk 16 September 2026 sendiri hampir seluruhnya tertutup awan hujan dan nanti pada 18 September ada sedikit penurunan, dan di 20 September adanya penurunan. Selanjutnya pada tanggal 21 dan 22 September ini untuk kemungkinan terjadinya hujan tinggi lagi,” jelasnya.

Gubernur Kalbar dan Bengkulu Bertausiah Usai Subuh di Masjid Al-Hikmah
Baca Juga

Gubernur Kalbar dan Bengkulu Bertausiah Usai Subuh di Masjid Al-Hikmah

Kendati indikasi presipitasi alami mulai terbentuk, intervensi rekayasa cuaca melalui penyemaian garam terus digencarkan untuk mempercepat proses kondensasi awan menjadi butiran hujan lebat di atas kantong-kantong kebakaran. Komitmen pemaksimalan armada udara modifikasi cuaca ditegaskan kembali sebagai penutup keterangannya.

“Hal ini di kita, di BPBD Kalbar untuk antisipasi, kita usaha, yang kita lakukan untuk OMC tetap kita lakukan, sampai curah hujan tinggi tetap kita lakukan,” ujarnya.

(Memei)