Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Demokrasi

Teror Penculikan Hantui Tim Medis Buntut Aksi Aliansi Kalbar Revolusi

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 24 Oktober 2026 · 00:081 menit baca
Teror Penculikan Hantui Tim Medis Buntut Aksi Aliansi Kalbar Revolusi
Tim medis aksi Aliansi Kalbar Revolusi alami teror siber hingga ancaman penculikan usai obati belasan demonstran yang luka akibat serangan OTK. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Aksi unjuk rasa Aliansi Kalbar Revolusi Jilid 1 dan 2 yang berlangsung pada Selasa dan Rabu di Gedung DPRD Kalbar menyisakan trauma mendalam. Hal itu disampaikan pada saat aksi “Kalbar Revolusi Jilid 3” pada Jumat (23/10/2026) Sebanyak 15 demonstran tumbang akibat tindakan represif sekelompok orang tidak dikenal (OTK), sementara tim medis yang bertugas di lapangan kini menjadi sasaran teror siber hingga ancaman penculikan.

Lauren, anggota tim medis massa aksi, membeberkan bahwa belasan korban yang ditangani rata-rata mengalami luka fisik serius akibat hantaman benda tumpul.

“Untuk jenis luka kebanyakan diakibatkan lebam. Kedua memang benturan keras di kepala akibat dipukul pentungan atau kayu, serta luka sobek,” ungkapnya.

Massa Aliansi Kalbar Revolusi Geruduk DPRD Provinsi Tuntut Tanggung Jawab Bencana Karhutla Kepada Gubernur
Baca Juga

Massa Aliansi Kalbar Revolusi Geruduk DPRD Provinsi Tuntut Tanggung Jawab Bencana Karhutla Kepada Gubernur

Alih-alih mendapat perlindungan, tim medis justru menjadi korban intimidasi bertubi-tubi pasca-demonstrasi berdarah tersebut. Lauren menyebut rekan-rekannya mengalami doxing, diawasi terus-menerus, hingga dikirimi pesan ancaman melalui WhatsApp dari nomor tidak dikenal.

“Bisa dikatakan ada ancaman penteroran dan penculikan yang membuat rasa takut bagi teman-teman dan memicu trauma kolektif. Posisi medis saat ini tidak dalam keadaan aman,” jelasnya.

Penanganan hukum atas kasus kekerasan pada rentetan aksi hari Selasa dan Rabu ini pun dinilai jalan di tempat. Perwakilan massa aksi, Pangestu, mengkritik keras sikap aparat kepolisian yang terkesan lepas tangan. Berdasarkan audiensi dengan Kapolresta, pihak kepolisian berdalih tidak ada laporan yang masuk ke tingkat Polresta dan mengarahkannya ke Polda Kalbar.

Datang Terlambat Hadapi Ratusan Massa Aksi Sikap Diam Wagub Kalbar Tuai Kritik
Baca Juga

Datang Terlambat Hadapi Ratusan Massa Aksi Sikap Diam Wagub Kalbar Tuai Kritik

“Kita belajar dari aksi sebelumnya, Polda dan Polresta itu saling lempar. Malahan oknum (pelaku) ini playing victim seolah mereka yang dipukul duluan, padahal dalam bukti video di sosial media sudah jelas mereka yang menyerang duluan,” tegas Pangestu mengkritisi kebuntuan proses hukum tersebut.

(Hendrawan)