Aksi unjuk rasa Aliansi Kalbar Revolusi Jilid 1 dan 2 yang berlangsung pada Selasa dan Rabu di Gedung DPRD Kalbar menyisakan trauma mendalam. Hal itu disampaikan pada saat aksi “Kalbar Revolusi Jilid 3” pada Jumat (23/10/2026) Sebanyak 15 demonstran tumbang akibat tindakan represif sekelompok orang tidak dikenal (OTK), sementara tim medis yang bertugas di lapangan kini menjadi sasaran teror siber hingga ancaman penculikan.

Lauren, anggota tim medis massa aksi, membeberkan bahwa belasan korban yang ditangani rata-rata mengalami luka fisik serius akibat hantaman benda tumpul.
“Untuk jenis luka kebanyakan diakibatkan lebam. Kedua memang benturan keras di kepala akibat dipukul pentungan atau kayu, serta luka sobek,” ungkapnya.


