Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

DPRD Desak Pembukaan Kembali Operasional PLBN Aruk

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Sabtu, 7 November 2026 · 12:131 menit baca
DPRD Desak Pembukaan Kembali Operasional PLBN Aruk
DPRD Sambas mendesak operasional PLBN Aruk segera dibuka kembali agar aktivitas medis, kerja, dan perdagangan warga tidak terganggu. (Dok. Ist)

Pelayanan operasional di Pos Lintas Batas Negara Aruk didesak untuk segera dibuka kembali pascakeributan yang melibatkan warga dengan petugas Bea Cukai.

Penghentian sementara aktivitas di pintu perbatasan tersebut dinilai telah mengganggu berbagai aspek kepentingan masyarakat umum serta stabilitas ekonomi daerah. Pentingnya kelangsungan pelayanan publik di kawasan perlintasan antarnegara tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sambas Lerry Kurniawan Figo.

“Pelayanan harus tetap berjalan, karena ini PLBN. Bayangkan berapa banyak masyarakat yang terganggu karena PLBN ditutup,” ujar Lerry Kurniawan Figo, Sabtu, (7/11/2026).

Dampak penutupan fasilitas lintas batas negara dirasakan langsung oleh warga yang memiliki agenda perjalanan untuk pengobatan medis, bekerja, hingga aktivitas distribusi perdagangan barang ke negara tetangga.

Perumda Tirta Khatulistiwa Optimalkan Penguatan Kapasitas IPA Selat Panjang Untuk Daerah di Utara
Baca Juga

Perumda Tirta Khatulistiwa Optimalkan Penguatan Kapasitas IPA Selat Panjang Untuk Daerah di Utara

Harapan agar sengketa antara warga dan petugas segera diselesaikan melalui jalur koordinasi disampaikan tanpa harus mengorbankan pelayanan publik. Pemerintah serta instansi terkait diminta segera mengambil langkah konkrit guna mencari solusi operasional di perbatasan.

“Dengan begitu masyarakat maupun pelaku usaha bisa kembali menjalankan aktivitas tanpa terkendala penutupan jalur perbatasan,” tutur Lerry Kurniawan Figo, Sabtu, (7/11/2026).

Pembukaan kembali akses perlintasan dipandang menjadi prioritas utama agar mobilitas warga dan arus komoditas tidak mengalami gangguan yang berkepanjangan.

(Rudi)