Peristiwa kecelakaan helikopter militer jenis MI-17 milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia pada masa lalu menyisakan catatan penting terkait aspek keselamatan penerbangan di daerah pegunungan.
Insiden nahas yang terjadi di kawasan Kecamatan Baku Hulu, Kabupaten Malinau, tersebut bermula ketika pesawat rotor tersebut mengangkut logistik serta pekerja bangunan untuk mendukung proyek pembangunan pos pengamanan perbatasan.
Rangkaian alur pemberangkatan hingga detik-detik sebelum pesawat mengalami musibah dipaparkan berdasarkan arsip catatan kronologi peristiwa. Penerbangan awal helikopter tersebut bermula dari Kota Tarakan dengan membawa awak pesawat, pengawas pembangunan, serta sejumlah penumpang sipil.
“Helikopter MI-17 take off dari Tarakan, Kalimantan Utara membawa enam kru dari Angkatan Darat, seorang pengawas, serta dua warga sipil. Mereka berangkat untuk melaksanakan pembangunan di wilayah perbatasan, tepatnya pos Long Bulan di daerah Tunjungan, Malinau,” demikian keterangan resmi dari kepolisian.


























