Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Utara

Kronologi Helikopter MI-17 TNI AD yang Jatuh di Perbatasan Malaysia

Roska Putra
Roska Putra
Sabtu, 7 November 2026 · 05:302 menit baca
Kronologi Helikopter MI-17 TNI AD yang Jatuh di Perbatasan Malaysia
Helikopter MI-17 milik TNI Angkatan Darat yang terjatuh di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Kecamatan Baku Hulu, Malinau, Kalimantan Utara. (Dok. Ist)

Peristiwa kecelakaan helikopter militer jenis MI-17 milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia pada masa lalu menyisakan catatan penting terkait aspek keselamatan penerbangan di daerah pegunungan.

Insiden nahas yang terjadi di kawasan Kecamatan Baku Hulu, Kabupaten Malinau, tersebut bermula ketika pesawat rotor tersebut mengangkut logistik serta pekerja bangunan untuk mendukung proyek pembangunan pos pengamanan perbatasan.

Rangkaian alur pemberangkatan hingga detik-detik sebelum pesawat mengalami musibah dipaparkan berdasarkan arsip catatan kronologi peristiwa. Penerbangan awal helikopter tersebut bermula dari Kota Tarakan dengan membawa awak pesawat, pengawas pembangunan, serta sejumlah penumpang sipil.

“Helikopter MI-17 take off dari Tarakan, Kalimantan Utara membawa enam kru dari Angkatan Darat, seorang pengawas, serta dua warga sipil. Mereka berangkat untuk melaksanakan pembangunan di wilayah perbatasan, tepatnya pos Long Bulan di daerah Tunjungan, Malinau,” demikian keterangan resmi dari kepolisian.

Kejagung Geledah Hotel Terkait Kasus Tambang Dua Eks Bupati Nunukan
Baca Juga

Kejagung Geledah Hotel Terkait Kasus Tambang Dua Eks Bupati Nunukan

Sebelum mencapai titik akhir penugasan di pos perbatasan, pesawat sempat singgah di wilayah Desa Apauping guna menjemput tambahan tenaga tukang bangunan. Total keseluruhan penumpang yang berada di dalam kabin setelah proses penjemputan tercatat mencapai 19 orang.

“Penumpang di atas heli ada 19 orang termasuk kru heli dan warga sipil. Warga sipil itu rencananya sebagai tukang untuk membantu pembangunan pos perbatasan,” jelas pejabat kepolisian terkait.

Perjalanan udara dilanjutkan menuju pos perbatasan Malaysia untuk mengisi perbekalan bahan bakar sebelum menuju lokasi pendaratan tujuan.

Namun, kendala operasional penerbangan mulai terjadi ketika pesawat mendekati titik pendaratan di lapangan terbuka dekat pos pengamanan perbatasan. Selang beberapa saat setelah upaya pendaratan yang tidak berjalan mulus, kontak komunikasi dengan pengatur lalu lintas udara di Tarakan terputus.

Berpasangan dengan Wamenpora Taufik Hidayat, Gubernur Kaltara Ikuti Ekshibisi Bulu Tangkis di Tarakan
Baca Juga

Berpasangan dengan Wamenpora Taufik Hidayat, Gubernur Kaltara Ikuti Ekshibisi Bulu Tangkis di Tarakan

“Berselang beberapa saat kemudian sekitar pukul 10.30 Wita, heli tersebut hilang kontak dengan otoritas Bandara Tarakan. Tidak ada komunikasi apapun sejak saat itu dari sang pilot, hingga dinyatakan bahwa helikopter dalam keadaan bermasalah,” ungkap laporan kronologi kejadian.

Tim SAR gabungan yang dikerahkan ke lokasi menemukan bangkai pesawat berada di area pegunungan dengan kondisi medan lereng yang curam serta tertutup kabut tebal.

Faktor cuaca ekstrem berupa tiupan angin kencang di sekitar lokasi kejadian diidentifikasi sebagai pemicu utama yang membuat badan pesawat oleng hingga menabrak vegetasi pohon terdekat sebelum akhirnya jatuh dan terbakar.

(Roska)