Jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional naik menjadi 165 titik, dari 55 titik sehari sebelumnya.
Data Sistem Pemantauan Karhutla Indonesia (SiPongi) Kementerian Kehutanan hingga Sabtu (7/11/2026) pukul 21.00 WIB itu menunjukkan kenaikan 110 titik.
Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali mencatat hotspot setelah sehari sebelumnya nihil.
Enam provinsi prioritas
Di enam provinsi prioritas pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hotspot naik dari 14 menjadi 17 titik. Rinciannya:
| Provinsi |
Hotspot (7/11) |
Sehari sebelumnya |
| Kalimantan Tengah |
13 |
0 |
| Sumatera Selatan |
2 |
5 |
| Jambi |
1 |
9 |
| Kalimantan Selatan |
1 |
belum disebut |
| Kalimantan Barat |
0 |
belum disebut |
| Riau |
0 |
belum disebut |
Menurut Kemenhut, Jambi turun dari 9 menjadi 1 titik dan Sumatera Selatan turun dari 5 menjadi 2 titik. Kalimantan Barat dan Riau nihil hotspot high confidence.
Kalteng: api belum padam di sejumlah lokasi
Berdasarkan laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan tanggal 7 November, operasi di Kalimantan Tengah masih berlangsung:
- Desa Jabiren, Pulang Pisau: kebakaran di lahan gambut, baik di permukaan maupun bawah permukaan, belum sepenuhnya padam dan butuh pemadaman lanjutan.
- Tanjung Taruna, Pulang Pisau: beberapa lokasi sudah basah tetapi perlu pembasahan lanjutan. Di titik lain masih banyak kepulan asap, sehingga Manggala Agni Kemenhut dan tim bantuan kendali operasi (BKO) melanjutkan penanganan.
- Desa Sikan, Barito Utara: kebakaran di lahan semi gambut, permukaan dan bawah, hingga laporan terakhir belum padam.
- Desa Pematang Panjang, Seruyan: api berhasil dipadamkan oleh Manggala Agni Kemenhut bersama BPBD.
- Pasir Putih, Kotawaringin Timur: kondisi serupa tercatat setelah pemadaman dan pendinginan bersama.
Di Sumatera Selatan, api di Sungai Rambutan, Ogan Ilir, dinyatakan padam. Di Sungai Bungin, Ogan Komering Ilir, kebakaran bawah di lahan gambut masih memerlukan pemadaman lanjutan.
Kemenhut mengingatkan bahwa hotspot adalah indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20.
Jumlah hotspot tidak otomatis sama dengan jumlah kejadian kebakaran atau luas lahan terbakar, dan setiap indikasi harus diverifikasi di lapangan. Kemenhut menyebut tengah memperkuat patroli dan groundcheck.
Di lahan gambut, kata Kemenhut, bara bisa bertahan di bawah permukaan meski nyala api tidak terlihat.
Karena itu, Manggala Agni bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, dan relawan melakukan patroli, pemadaman, pembasahan, penyisiran bara, dan pendinginan.
Kemenhut menyatakan kenaikan hotspot dan kembalinya hotspot di Kalteng menjadi dasar untuk mempertahankan kewaspadaan tinggi. Fokus penanganan, menurut siaran pers, bukan hanya menurunkan angka hotspot, tetapi memastikan api dan bara benar-benar padam dan tidak muncul kembali.
(Ajau)