Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Ekonomi

Kadin di Brussel: Perjanjian Dagang RI–Uni Eropa Harus Berujung Bisnis Nyata

Syahrul Nurhadi
Syahrul Nurhadi
Minggu, 8 November 2026 · 21:032 menit baca
Kadin di Brussel: Perjanjian Dagang RI–Uni Eropa Harus Berujung Bisnis Nyata
Ketum Kadin Anindya Bakrie mengajak dunia usaha memanfaatkan IEU-CEPA lewat perdagangan, investasi, dan energi bersih dengan Uni Eropa. (Foto: Bung Karmin Kadin Kalbar)

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengajak dunia usaha Indonesia dan Uni Eropa mengubah perjanjian kemitraan ekonomi yang tengah dipersiapkan menjadi peluang bisnis nyata.

Ia menyampaikannya dalam keynote speech di Indonesia-EU Business Forum Networking Lunch di Radisson Collection Hotel, Brussel, Belgia, Jumat (6/11/2026) waktu setempat.

Anindya, yang akrab disapa Anin, menyebut Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Uni Eropa (IEU-CEPA) harus menghadirkan peluang konkret bagi pelaku usaha kedua pihak.

“CEPA dapat membuka pintu, tetapi dunia usahalah yang harus melangkah masuk ke dalamnya,” ujarnya.

Rapimnas Kadin 2026 Tutup dengan Tiga Rekomendasi, Anindya Bakrie Usung “Buy from Indonesia”
Baca Juga

Rapimnas Kadin 2026 Tutup dengan Tiga Rekomendasi, Anindya Bakrie Usung “Buy from Indonesia”

Menurut Anin, Uni Eropa adalah salah satu mitra utama perdagangan dan investasi Indonesia. Ia menyebut nilai perdagangan barang bilateral sekitar 29 miliar euro pada 2025.

Hubungan itu, katanya, dibangun lewat Perjanjian Kemitraan dan Kerja Sama yang berlaku sejak 2014.

Ia menilai penguatan hubungan ekonomi semakin penting di tengah ketidakpastian perdagangan, rantai pasok, ketahanan energi, dan investasi global.

Menurut dia, perundingan IEU-CEPA yang berlangsung hampir satu dekade diselesaikan pada September 2025 sebagai langkah menuju penandatanganan dan implementasi.

Aming Coffee Perkenalkan Kopi Tradisional di Singapore Coffee Week 2026
Baca Juga

Aming Coffee Perkenalkan Kopi Tradisional di Singapore Coffee Week 2026

Anin mengatakan penurunan tarif diharapkan meningkatkan akses produk Indonesia ke pasar Eropa dan membuka peluang lebih besar bagi perusahaan Eropa berinvestasi di Indonesia.

“Ukuran keberhasilannya adalah berkembangnya dunia usaha, terealisasinya investasi, dan terciptanya lapangan kerja bersama,” katanya.

Tiga bidang kerja sama

Anin menyebut tiga bidang yang bisa dikembangkan:

  1. Perdagangan dan kerja sama industri, melalui hubungan produsen Indonesia dengan pembeli Eropa, manufaktur bersama, transfer teknologi, dan produksi bernilai tambah.
  2. Investasi dan infrastruktur, yakni pembangunan infrastruktur, logistik, konektivitas digital, dan industri yang disebutnya bisa dilengkapi modal dan keahlian rekayasa Eropa.
  3. Energi bersih dan mobilitas berkelanjutan, termasuk energi terbarukan, jaringan listrik, dan elektrifikasi, dengan Eropa berpotensi berkontribusi lewat teknologi dan pembiayaan.

Sebagai contoh, ia menyebut pengembangan kendaraan komersial listrik oleh VKTR, bagian dari Bakrie Group, termasuk bus listrik yang dipakai TransJakarta.

Ia juga menyebut Indonesia, dengan penduduk lebih dari 280 juta jiwa dan ekonomi terbesar di ASEAN, dapat menjadi pintu masuk bagi perusahaan Eropa ke pasar kawasan.

Anin mengatakan Kadin, sebagai wadah dunia usaha yang dibentuk berdasarkan undang-undang, berperan menghubungkan pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga investasi lewat konsep Indonesia Incorporated.

Redam Gejolak Rupiah dan IHSG, Anindya Bakrie Tegaskan Pentingnya Kepastian Hukum untuk Investor
Baca Juga

Redam Gejolak Rupiah dan IHSG, Anindya Bakrie Tegaskan Pentingnya Kepastian Hukum untuk Investor

Ia menyebut Danantara sebagai salah satu mitra penting. Kadin, katanya, telah berkomunikasi dengan pelaku usaha di Brussel tahun lalu, termasuk lewat dialog bersama Benelux-Indonesia Association, dan berharap hubungan itu ditindaklanjuti lewat delegasi bisnis, dialog sektoral, dan kemitraan antarperusahaan.

(Syahrul)