Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nasional

Menhaj Imbau Jemaah Umrah Jaga Kesantunan dan Sikap di Tanah Suci

Bunga Aulia R
Bunga Aulia R
Minggu, 8 November 2026 · 21:482 menit baca
Menhaj Imbau Jemaah Umrah Jaga Kesantunan dan Sikap di Tanah Suci
Suasana jemaah di pelataran sebuah masjid di Arab Saudi pada malam hari. Menhaj mengimbau jemaah umrah Indonesia menjaga kesantunan dan bersikap bijak di Tanah Suci. (Foto: Syifa Entin/Nusantara Post)

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengimbau jemaah umrah Indonesia menjaga kesantunan dan bersikap bijak selama berada di Tanah Suci.

Imbauan itu ia sampaikan saat menyapa jemaah di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (6/11/2026) pagi, di sela persiapan kunjungan kerja ke Arab Saudi.

Menurut Menhaj, jemaah akan berinteraksi dengan umat Islam dari berbagai negara yang punya latar belakang budaya dan kebiasaan beribadah berbeda.

“Bapak ibu jemaah umrah, mohon untuk tetap mengedepankan perilaku bijak dalam menghadapi tempat yang berbeda dan suasana yang berbeda pula, baik budaya maupun cara beribadah yang dilakukan oleh jemaah lain dari seluruh dunia. Saya doakan pula ibadahnya lancar dan semuanya menjadi mabrur mabrurah serta selamat kembali ke Tanah Air,” ujarnya.

Gagal Pulangkan 95 Orang, Kemenhaj Blokir Akses Sistem Penyelenggara Umrah PT Assyifa Berkah Mandiri
Baca Juga

Gagal Pulangkan 95 Orang, Kemenhaj Blokir Akses Sistem Penyelenggara Umrah PT Assyifa Berkah Mandiri

Irfan berharap umrah membawa perubahan positif bagi jemaah, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan keluarga. Menurut dia, predikat mabrur dan mabrurah semestinya tercermin lewat keteladanan dan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Keteladanan bapak ibu jemaah umrah sebagai pahlawan keluarga untuk menata generasi yang akan mewarisi kepemimpinan bangsa. Bapak ibu juga berumrah di bulan November, bulan Hari Pahlawan,” katanya.

Dalam kunjungan itu, Menhaj mengecek layanan di Terminal 2F, yang sejak 1 Juli 2026 ditetapkan sebagai Terminal Khusus Haji dan Umrah.

Ia meminta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) mengoptimalkan fasilitas yang tersedia, mulai dari pemeriksaan dokumen dan keimigrasian, layanan bagasi, hingga pos pengawasan.

Bandara IKN Disiapkan Jadi Embarkasi Haji, Fokus pada Efisiensi Jemaah Kalimantan dan Sulawesi
Baca Juga

Bandara IKN Disiapkan Jadi Embarkasi Haji, Fokus pada Efisiensi Jemaah Kalimantan dan Sulawesi

Terminal khusus ini diharapkan mendukung ketertiban keberangkatan dan kepulangan serta meningkatkan kenyamanan jemaah.

Irfan juga menekankan tanggung jawab PPIU memberi perlindungan dan pembinaan kepada jemaah, termasuk kepastian tiket keberangkatan dan kepulangan, akomodasi, konsumsi, serta pendampingan ibadah sesuai ketentuan syariah.

“Pastikan tiket keberangkatan dan kepulangan, akomodasi terkonfirmasi, konsumsi terkelola, dan terutama kegiatan syariah atau fikih umrahnya dapat dipastikan sesuai dengan ketentuan syariah. Sehingga jemaah melaksanakan umrah bisa lebih yakin,” pintanya.

Kementerian Haji dan Umrah berharap jemaah Indonesia dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan tertib.

(Bunga AR)